Apakah Cukup Pakai Makeup dengan SPF, Tanpa Sunscreen?

Apakah Cukup Pakai Makeup dengan SPF, Tanpa Sunscreen?

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Kini bahkan banyak produk makeup yang menambahkan kandungan SPF di dalamnya. Tujuannya supaya konsumen semakin ‘ringkes’. Tapi, menjelma pertanyaan apakah SPF di makeup cukup melindungi indra peraba dari bahaya paparan sinar matahari?

Sinse Spesialis Kulit dan Kemaluan dr Arini Astasari, SpKK, menjelaskan bahwa Anda lestari membutuhkan sunscreen meski sudah pakai makeup yang menyimpan SPF.

 

“Yang pertama harus diperhatikan adalah berapa besaran SPF yang ditawarkan produk makeup tersebut. Untuk kondisi Indonesia, kita itu butuh SPF di atas 30 dengan PA lebih dari 2 plus, ” kata dr Arini belum lama tersebut.

Kalau benar produk makeup menawarkan SPF sudah di atas 30, maka menjadi perhatian kemudian adalah seberapa banyak perut sunscreen dalam makeup tersebut saat diaplikasikan ke wajah.

“Kalau Kamu pakai makeup tipis, ya, perlu dipertanyakan kekuatan SPF yang terkandung di makeupnya. Jadi, lebih amannya pasti mengoleskan sunscreen meskipun Anda pakai makeup dengan SPF, ” terangnya.

Kemudian, poin yang tidak kalah penting adalah sunscreen itu mesti ‘re-apply’ berarti dipakai berulang setiap 2 jam sekali. “Menjadi pertanyaan sekarang emangnya Kamu mau re-apply makeup per dua jam? ” tanya dr Arini.

Sebab beberapa penilaian tersebut, masukan dr Arini, sebaiknya Kamu tetap menggunakan sunscreen dengan mengandung SPF di berasaskan 30 dengan PA bertambah dari 2 plus. Itu diperlukan agar proteksi dibanding serangan sinar matahari tetap maksimal, sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Menurut informasi terbelah, SPF dalam makeup ternyata hanya melindungi kulit dari sinar uaviolet B (UVB). Sinar UVB ini merupakan sinar yang dapat merusak lapisan kulit luar, menimbulkan kemerahan pada kulit, beserta menimbulkan efek terbakar matahari.

Tapi, makeup dengan SPF tidak dapat menangkal UVA. Padahal, sinar UVA ini yang lebih berbahaya dibanding UVB. Sungguh, sinar UVA dapat menyerbu kulit, merusak lapisan kolagen, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.

(DRM)