Benarkah Tidur Nyenyak Bisa Membantu Mencegah Gagal Jantung?

Benarkah Tidur Nyenyak Bisa Membantu Mencegah Gagal Jantung?

Benarkah Tidur Nyenyak Bisa Membantu Mencegah Gagal Jantung?

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

GAGAL jantung adalah keadaan ketika jantung tidak dapat memompa (sistolik) atau mengisi (diastolik) secara memadai. Gejalanya mencakup sesak napas, kelelahan, kaki bengkak, dan denyut jantung yang cepat.

Pencegahan gagal jantung bisa berupa mengonsumsi lebih sedikit garam, membatasi asupan cairan, dan mengonsumsi obat resep. Dalam beberapa kasus, defibrilator atau alat pacu jantung ditanam.

Baca juga: Diego Maradona Meninggal, Ketahui Penyebab dan Pencegahan Henti Jantung 

Sementara dalam penelitian baru, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (8/12/2020), menyatakan tidur nyenyak bisa membantu mencegah gagal jantung. Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 400.000 orang dewasa, mereka yang memiliki pola tidur paling sehat, 42 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gagal jantung selama 10 tahun, dibandingkan orang dengan kebiasaan kurang sehat.

Orang-orang yang tidur sehat melaporkan lima hal, yakni tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam, tidak mendengkur, jarang mengalami kesulitan untuk tertidur, tidak ada pusing di siang hari, dan menjadi orang yang pagi.

Namun peneliti senior Dr Lu Qi, profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis Universitas Tulane, New Orleans, mengatakan temuan tersebut tidak membuktikan sebab dan akibat. Penelitian ini menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Hal yang sama berlaku untuk orang dengan sleep apnea atau gangguan kronis saat bernapas berhenti berulang kali sepanjang malam. Faktanya, banyak orang yang tidak sehat dalam studi baru ini mungkin menderita sleep apnea.

Baca juga: Awas, Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Jantung! 

Dokter Nieca Goldberg, ahli jantung di NYU Langone Health, New York City, menjelaskan bahwa mendengkur kronis serta kantuk di siang hari adalah ciri khas dari sleep apnea. Jika orang menjadi kurang tidur karena masalah pernapasan, mereka tidak mungkin orang yang bisa bangun pagi.

Bukan berarti kurang tidur secara langsung menyebabkan gagal jantung. Menurut Goldberg, sebaliknya, hal itu dapat memberi makan faktor risiko gagal jantung, melalui efek pada hormon stres, tekanan darah, dan detak jantung.

“Intinya adalah tidur menjadi perilaku lain yang harus diperhatikan oleh penyedia dan pasien,” jelas Goldberg.