Mitos Babi Ngepet Biasa Muncul di Bulan Puasa

Mitos Babi Ngepet Biasa Muncul di Bulan Puasa

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Asep Kambali, seorang sejarawan mengungkapkan, sejak dulu mitos pesugihan babi ngepet itu munculnya di bulan Ramadhan atau Idul Fitri. Hal ini berkaitan dengan keperluan materi penduduk yang meningkat.

“Mitos pesugihan babi ngepet itu dari dulu biasa munculnya di bulan puasa atau mendekati Idul Fitri, karena secara ekonomi penduduk di momen ini membutuhkan uang, ” papar Asep belum lama ini.

 

Paham-paham yg menjelaskan bahwa babi ngepet adalah praktik kaya sebagaiselaku, ala, menurut, instan pun sudah diyakini masyarakat sejak lama. “Ya, ini kembali ke kepercayaan masyarakat saja. Untuk babi ngepet, teknik pesugihan terkait dianggap berisiko sangat tidak kecil karena melibatkan nyawa, inch terang Asep.

Dia coba membandingkan dengan ritual ziarah ke makam keramat misalnya. Pada praktik tersebut, masyarakat mendatangi makam keramat lalu mengharapkan barokah dari makam tersebut. Di sisi lain, orang tersebut masih ada usaha buat mendapatkan kesuksesan.

“Beda dengan babi ngepet, ini praktik yang dipercaya jadi kaya secara instan. Tapi, risikonya nyawa. Ya, kepercayaan babi ngepet dapat kelihatan hanya pada mereka yang telanjang pun jadi bagian dari mitos satu ini, ” tambahnya.

Ya, babi ngepet dikatakan hanya dapat dilihat pada mereka yang telanjang bulat. Kepercayaan ini pun muncul karena ada konotasi bahwa mereka yang telanjang dianggap sama dengan makhluk halus energinya. Tidak hanya itu, dalam perkembangan mitos babi ngepet pun dikenal praktik penggal kepala.

“Itu semua kepercayaan. Bagi yang rasional, ya, mungkin menganggap itu tidak benar, ” tambah Asep.

(DRM)